Tak Becus Tangani Miras, Jabatan Kapolda dan Kapolres ‘Terancam’

Posted by on Apr 16, 2018 | Leave a Comment

mirasJakarta – KoranAntiKorupsi Target yang disampaikan Wakapolri Komjen Pol Syafruddin agar miras oplosan yang telah menewaskan banyak orang itu tuntas bulan ini tidak main-main. Sebab, jika seluruh jajaran kepolisian daerah di seluruh Indonesia tidak menuntaskan hingga bulan Ramadhan tiba, sanksi pencopotan di depan mata.

“Kalau ada kapolda, kapolres yang tidak serius, kami akan ganti,” kata Komjen Syafruddin di Jakarta, Jumat, 13 April 2018.

Hal itu diungkapkann dia sebagai bentuk keseriusan Polri menghentikan laju peredaran miras oplosan yang hingga kini sudah menewaskan 89 orang.

Bahkan, Polri saat ini gencar menggelar Operasi Cipta Kondisi guna razia miras ilegal. Syafruddin menargetkan Indonesia terbebas dari peredaran miras ilegal sebelum bulan suci Ramadhan.

Untuk itu pihaknya meminta kapolda dan kapolres untuk mengungkap dan menangkap pelaku pembuat, distributor maupun penjual miras oplosan di wilayah mereka masing-masing.

Jumlah korban tewas akibat kasus miras oplosan bertambah dari 82 orang menjadi 89 orang.

Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto pada Jumat, mengatakan penambahan jumlah korban tewas ini terjadi di wilayah Jawa Barat. “Bertambah tujuh orang (tewas) di Jabar. Awalnya di Jabar 51 tewas, sekarang jadi 58 orang,” katanya.

Sementara di wilayah DKI Jakarta tidak ada penambahan jumlah korban tewas. “Di DKI masih 31 korban tewas,” katanya.

Setyo mengatakan, dari hasil investigasi yang dilakukan Polda Jabar, bahwa di sebuah rumah di Kabupaten Bandung, ditemukan ruang bawah tanah yang diduga digunakan untuk meracik miras oplosan.

Selain untuk meracik miras oplosan, ruangan tersebut juga digunakan untuk mengemas minuman haram tersebut.

Polisi pun masih menyelidiki dugaan adanya jaringan dalam peredaran miras oplosan yang berdasarkan hasil uji laboratorium mengandung cairan metanol ataupun etanol itu.(INT)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here