Tali Jemuran ‘Seret’ Tiga Saudara Kandung ke Ranah Hukum

Posted by on Jan 14, 2019 | Leave a Comment

Medan – KoranAntiKorupsi Tiga saudara kandung harus menjadi terdakwa kasus penganiayaan (ranah hukum) secara bersama-sama (pengeroyokan) dan harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam cabang Labuhan Deli, Rabu (9/1).

Ketiganya adalah, Ujang Suherman alias Ujang (46), warga Jalan Usman Sidik Pasar 4 Desa Bandar Khalifah Kecamatan Percut Seituan, Dedi Irawan alias Dedi (39), warga Pasar 12 Dusun 18 Desa Bandar Khalifah, dan Nyai Suarni alias Nyai (48), warga Jalan Usman Sidik Pasar 4 Desa Bandar Khalifah.

Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cabjari Labuhan Deli, Eko Maranata Simbolon, ketiga terdakwa telah melakukan pengeroyokan dan melanggar pasal 351 KUHPidana jo pasal 170.

Dalam pemeriksaan majelis hakim diketuai Halida Rahardini, dan anggota Udut Widodo Napitupulu serta Halimatuksyadiah, ketiga terdakwa melakukan pengeroyokan terhadap korban yang merupakan saudaranya sendiri.

Tapi, ketiga terdakwa membantah melakukan pengeroyokan. Menurut mereka, masalah itu hanya salah paham menyangkut rumah warisan paman (adik bapak ketiga terdakwa) yang tidak bisa membuat tali jemuran di lokasi rumah itu.

“Kami tidak ada melakukan pemukulan ataupun penyeroyokan terhadap paman karena sampainya di lokasi rumah itu tidak bersamaan dan hanya saling memberikan argumentasi tentang rumah warisan yang ditinggalkan kakek kami,” sebut ketiga terdakwa kepada jaksa dan hakim.

“Pertengkaran kami awalnya hanya masalah tali jemuran kepada paman di rumah warisan itu, lalu kami bertiga dilaporkannya ke Polsek Percut Seituan melakukan penyeroyokan, danĀ  itu tidak terjadi,” tegas mereka.

Senada dengan mereka, penasihat hukum (PH) ketiga terdakwa Aulia Zufri, SH mengatakan kepada andalas, pasal yang dibuat JPU untuk ketiga terdakwa pasal 351 jo 170 KUHPidana tidak tepat, karena ketiga terdakwa tidak ada melakukan pemukulan dan penyeroyokan.

“Ketiga terdakwa itu menegur supaya tidak menulis kata-kata kotor di kertas yang digantung di tali jemuran di rumah warisan itu,” katanya.

Kasus ini sebelumnya sudah tertahan selama 1 tahun di Polsek Percut Seituan, namun belakangan berkas dilanjutkan polisi hingga ketiganya ditahan jaksa.

Aulia Zufri berharap agar jaksa dan hakim benar-benar melakukan pertimbangan yang adil. Sebab, kasus ini tidak benar seperti yang dituduhkan penyidik Polsek Percut Seituan.

“Kedatangan ketiga terdakwa tidak bersamaan ke tempat kejadian perkara (TKP), namun berselang dan tidak ada kasus pemukulan dan penyeroyokan itu,” tegas Aulia.

Sebelumnya, sebut dia, ada keinginan ketiga terdakwa untuk berdamai dengan pamannya, tapi korban meminta Rp 500 juta.

“Manalah mungkin dapat dipenuhi ketiga terdakwa yang bersaudara itu,” sebut Aulia. (DP)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here