Tamparan Keras Buat Donal Trump

Posted by on Dec 26, 2017 | Leave a Comment

Belum lama menjabat Presiden AS, Donald Trump tiba-tiba awal Desember mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hal ini tentu saja memicu protes dari berbagai negara, khususnya negaranegara Arab dan Muslim. Berbagai gelombang protespun dilancarkan atas tindakan yang dirasa semena-mena oleh orang nomor satu di Amerika ini bahkan protes boikot produk AS pun muncul termasuk Indonesia.

Melihat gelombang protes yang besar tersebut, Dewan Keamanan PBB menggelar sidang untuk melakukan pemungutan suara guna menyetujui resolusi yang menentang tindakan unilateral AS terhadap Yerusalem. Sebanyak 14 dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi tersebut, dikarenakan Lebih dari 120 negara anggota PBB menolak klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Yerusalem sebagai ibu kota Israel. sehingga pernyataan Donal Trump tentang pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel gagal total.

Tentu saja hal ini membuat Donal Trump berang karena merupakan tamparan keras buat dirinya, seperti dikutip dari Independent, Jumat (22/12/2017), dia mengancam negara-negara yang mendukung resolusi PBB menolak keputusan Negeri Paman Sam mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

“Biarkanlah mereka (negaranegara itu–RED) memilih untuk menentang kita,” ujar Trump kepada wartawan dalam pertemuan kabinet di Gedung Putih. Trump mengancam akan menyunat bantuan AS kepada negaranegara yang menentang keputusannya tersebut. “Kita akan menghemat banyak. Kami tidak peduli. Tapi ini tidak seperti dulu, di mana mereka bisa memilih melawan Anda dan kemudian Anda membayar mereka ratusan juta dolar,” ujar Trump.

Keputusan AS untuk memveto resolusi Dewan Keamanan mendorong digelarnya sesi khusus di Majelis Umum PBB. Di Majelis Umum, AS dinyatakan tidak memiliki hak veto seperti di Dewan Keamanan PBB.

Tentu saja hal ini membuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump semakin kehilangan dukungan dari rakyat Amerika. Sebagai bukti, hasil polling terbaru menunjukkan, lebih dari 40% responden berpikir sudah saatnya memulai proses pemakzulan terhadap Trump.

Selain itu, jumlah responden yang menyerukan proses pemakzulan untuk segera berlangsung setara dengan 38% responden yang percaya bahwa Trump berkolusi dengan Rusia untuk memenangkan pemilihan 2016. Dua pekan lalu, Perwakilan Demokrat Al Green memaksakan dilakukan voting di DPR terkait pasal pemakzulan melawan Trump. Pemungutan suara tersebut gagal, namun 58 anggota dari Demokrat mendukung langkah Green.

Keinginan warga Amerika untuk melakukan impeachment bukanlah satu-satunya kabar buruk bagi Trump dalam polling ini. Kesombongan keangkuhan tentu bukan milik manusia dan itu akan membuat kehancuran buat dirinya sendiri. Begitu juga dengan Donal Trump, mari kita lihat apakah keangkuhan akan terus dilakoninya.

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here