Tangkap Bachrum Harahap

Posted by on Apr 08, 2013 | Leave a Comment

Desakan HMI Cabang Padang Sidempuan

BACHRUM-HARAHAPJAKARTA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padang Sidimpuan mendesak agar Bupati Padang Lawas Utara (Paluta) Drs Bachrum Harahap beserta kroni-kroninya ditangkap dan segera diadili.

Desakan ini disampaikan, karena selama menjadi Bupati di Paluta, Bachrum Harahap dan kroni-kroninya hanya memperkaya diri sendiri, dan mengabaikan kepentingan masyarakat di kabupaten itu.

HMI Cabang Padang Sidimpuan menyampaikan pernyataan sikap ini, ketika melakukan aksi damai di Bundaran HI (Hotel Indonesia) Jakarta, Rabu (3/4) pekan lalu.

“Lahirnya UU No 37 Tahun 2007 adalah untuk kepentingan masyarakat itu sendiri. Tapi kenyataannya, hanya digunakan untuk keluarga Bachrum Harahap,” demikian para aksi HMI yang dikoordinir  Alwi Pohan, Mara Kali Harahap dan Hendra Ibraim Siregar.

Ditegaskan HMI Cabang Padang Sidimpuan, kepercayaan terhadap Kejaksaan Padang Sidimpuan dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara telah sirna. Sebab, HMI menilai aparat penegak hukum tersebut telah tertidur nyenyak diduga akibat kipasan rupiah yang bersumber dari Kabupaten Padang Lawas Utara.

Koordinator aksi, Alwi dan Hendra menyatakan, Kabupaten Padang Lawas Utara merupakan salah satu Kabupaten dari 33 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara.

Kabupaten ini lahir melalui Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2007 Tentang Pembentukan Kabupaten Padang Lawas Utara di Provinsi Sumatera Utara.

Kabupaten Padang Lawas Utara adalah Pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Selatan, terdiri dari delapan Kecamatan ditambah sepuluh Desa dari Kecamatan Padangsidimpuan Timur (sesuai amanat UU RI No. 37/2007, 10 desa tersebut dimasukkan dalam satu Kecamatan).

Saat ini Kabupaten Padang Lawas Utara terdiri dari sembilan Kecamatan dan 386 Desa/Kelurahan.

Sebagai daerah pemekaran baru dan sesuai tujuan pemekaran itu sendiri yaitu untuk melayani masyarakat lebih optimal serta memajukan perekonomian masyarakat, dilihat dari kondisi Kabupaten Padang Lawas Utara mulai lahirnya sampai dengan saat ini di bawah kepemimpinan Bupati Drs. Bachrum Harahap, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian serius untuk ditindak secara tegas dan diperbaiki.

Memperhatikan visi misi Kabupaten Padang Lawas Utara untuk menjadikan Kabupaten tersebut Beradat, Cerdas dan Beriman, dapat  disimpulkan bahwa visi misi tersebut hanya sekedar slogan.

Adapun gambaran potret perjalanan Kabupaten Padang Lawas Utara selama kepemimpinan Drs Bachrum Harahap dari Tahun 2008 s/d 2013 dapat diuraikan sebagai berikut :

1.Tidak adanya Peraturan Daerah tentang Pembentukan Kecamatan Hulu Sihapas (hanya Peraturan Bupati). Ini  mencerminkan bahwa Bupati tidak memperhatikan Penataan Pemerintahan dengan baik, memandang segala
sesuatunya dapat diselesaikan dengan jalan politik.

Selain itu pembentukan Kecamatan Hulu Sihapas ini tanpa melalui kajian Akademik sebagaimana disyaratkan oleh PP RI Nomor 19 Tahun 2008 Tentang Kecamatan.

Khusus Kecamatan Simangambat, sampai dengan saat ini (lebih kurang 3 tahun) Camatnya masih Pelaksana Tugas (Plt), suatu kondisi yang tidak lazim dan tidak ditemui di daerah lain, seorang Camat Plt selama 3 tahun lebih.

2. Besarnya peranan Sanak Saudara Bupati terutama anak kandung Bupati yang bernama Andar Amin Harahap (sekarang Walikota Padangsidimpuan) dalam mengatur jalannya pemerintahan terutama dalam penempatan pejabat
struktural, penerimaan CPNS, pengaturan proyek-proyek, pengangkatan Sekdes menjadi PNS, dan sebagainya yang berkaitan dengan wewenang Bupati (Bapak kandungnya).

Tidak heran jika Andar Amin Harahap yang baru enam tahun menjadi PNS dapat mencalonkan diri menjadi Calon Bupati Tapanuli Selatan, dua tahun kemudian ikut lagi dalam pencalonan menjadi Walikota Padangsidimpuan.

Diduga dan Sudah menjadi rahasia umum bahwasanya sebagian besar dana APBD Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2012 dan dana-dana yang dikumpulkan dari proyek-proyek dijadikan modal untuk menjadi Walikota Padangsidimpuan. (DATUK)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here