Terindikasi Praktik Korup di PLN Wilayah Sumut

Posted by on Sep 11, 2017 | Leave a Comment

Hadiah seekor tikus untuk PLN Wilayah Sumut

Hadiah seekor tikus untuk PLN Wilayah Sumut

Medan – Kpkpos Kedatangan kapal genset dari Turki yang digembar-gemborkan oleh pemerintah untuk mensuplai aliran listrik, ternyata hanya sebatas ucapan semata. Pasalnya, hingga saat ini PLN kerap melakukan pemadaman listrik dan terus menjadi keluhan bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan.

Keresahan masyarakat tentang pemadaman listrik inipun disambut oleh elemen mahasiswa Sumatera Utara, khususnya Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (HIMMAH), yang melakukan sejumlah investigasi langsung hingga ke tingkat ranting.

Wakil Ketua HIMMAH Sumut, Abdul Razak Nasution menyatakan, pihaknya mensinyalir indikasi praktik-praktik korupsi dan karakter korup dari oknum pegawai PLN turut menyebabkan masalah listik tidak kunjung selesai.

“Bahkan di luar praktik korup, ketika kami melakukan pendalaman ke tingkat bawah, kami menemukan bahwa pejabat PLN di lingkup Sumatera Utara juga melakukan dugaan praktik pungutan liar (pungli) ke masyarakat. Salah satunya dengan modus pemasangan baru jaringan listrik ke masyarakat di Simalungun,” tutur Abdul Razak disela-sela aksi unjuk rasa yang dipimpinnya ke kantor PLN wilayah Sumut, jalan Yos Sudarso Medan, Kamis (7/9).

Mewakili massa aksi, Abdul Razak pun menyerahkan seekor tikus pada pejabat PLN Sumut yang menerima aspirasi mereka. “Tikus ini lambang negatif, karena kami menduga PLN masih memelihara tikus. Makanya kami menambahi seekor lagi,” paparnya.

Razak pun menegaskan, HIMMAH sudah menyurati Kajatisu dengan surat Nomor 01/LP/DPP-Sutra/HW-SU/VIII/2017 tertanggal 24 Agustus 2017, perihal dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang jabatan yang diduga dilakukan oleh Manager PT. PLN (Persero) Rayon Perdagangan Kabupaten Simalungun dan Manager PT. PLN (Persero) Area Pematangsiantar pada kegiatan Pasangan Sambung Baru (PSB) di Afdeling L, J dan I di PT. Bridgestone SRE Dolok Merangir.

“Hasil investigasi lapangan dan wawancara kami, diduga telah terjadi tindak pidana korupsi (pungli) dan penyalahgunaan wewenang serta jabatan (Konspirasi) yang dilakukan oleh PLN, pihak penyedia jasa, serta General Manager PT. Bridgestone SRE Dolok Merangir, yang berpotensi merugikan rakyat dan negara sebesar Rp662.582.000,” ungkapnya.

Ia pun merinci modus pungli tersebut dan menegaskan, bahwa 398 Pasangan Sambung Baru (PSB) dengan daya 1.300 VA itu secara administrasi memakai nama masing-masing   karyawan, padahal perumahan tersebut merupakan inventaris perusahaan, bukan pribadi.

“Selanjutnya, diduga PSB itu tidak memiliki Sertifikasi Laik Operasi (SLO) sesuai UU 30 dan 31 Tahun 2009,” lanjutnya.

Oleh karenanya, HIMMAH Sumut mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara memeriksa Manager PLN Perdagangan, Sawun Waluyo, Manager PLN Area Pematangsiantar Kristianto, Penyedia Jasa Arsad Siregar dan GM Bridgestone SRE Dolok Merangir.

Sementara itu, Staf Humas PLN yang menanggapi aksi tersebut, Rudi menyatakan bahwa aspirasi massa tersebut akan disampaikan ke pimpinan PLN.

Mendengar tanggapan tersebut, Razak mengultimatum agar GM PLN mencopot kedua pejabat yang disorot. “Kalau tidak ada tindakan nyata, kami akan kembali berunjukrasa setiap hari Kamis ke PLN,” pungkasnya.

Kemudian HIMMAH melanjutkan aksinya ke Kantor Kejaksaan Tinggi Sumut, di Jalan AH Nasution Medan. Di kantor Kejaksaan, sempat terjadi aksi saling dorong dengan aparat karena petugas melarang mahasiswa membakar ban bekas.

Yosgernold Tarigan selaku Staf Humas Kejati Sumut berjanji minggu depan (minggu ini) Jaksa sudah mengeluarkan telaah atas dugaan korupsi yang dilaporkan HIMMAH Sumut. (FR/SBC)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here