Tersangka Korupsi Alkes RSUD Djoelham Binjai Kabur ke LN

Posted by on Jun 11, 2018 | Leave a Comment

Medan – KoranAntiKorupsi Perkara korupsi proyek pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djoelham, Binjai, Tahun Anggaran (TA) 2012 senilai Rp14 miliar yang telah bergulir di Pengadilan Tipikor Medan terus menuai kejanggalan.

Setelah mencuat 2 dari 7 tersangka tak ikut disidangkan, kini salah satu tersangka yang tak ikut disidangkan, Vironica, belakangan disebut-sebut kabur ke luar negeri. Informasi yang diperoleh wartawan, baru-baru ini, Vironica kabur ke luar negeri dengan menggunakan paspor ganda.

Disebut, tersangka yang merugikan negara Rp4,7 miliar itu memiliki dua paspor, pertama atas nama Vironica dan kedua atas nama Vironica Hongdiharto. Foto yang tertera di kedua paspor itu mirip tersangka korupsi Alkes RSUD Djoelham yang sedang bergulir di Pengadilan Tipikor Medan.

Satu diantara dua paspor itu diterbitkan pada 26 Juni 2013 dengan nama Vironica, tanggal lahir 14 Februarai 1950, kemudian ada 12 digit nomor di bawah pasfoto bertuliskan NIKIM 110013967426. Sedangkan paspor lainnya diterbitkan pada 17 November 2017.

“Banyak kesamaan di antara dua paspor tersebut, seperti kesamaan tanggal lahir, NIKIM dan bentuk wajah, warna kulit, serta rambut yang keriting. Sementara perbedaannya hanya pada nama yakni pertama Vironica dan satunya Vironica Hongdiharto,” ujar sumber itu.

Menyikapi itu, Ketua Gerakan dan Transparansi Anggaran Rakyat (Gertak) Hendra P Hutagalung mengatakan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai tak sungguh-sungguh mengusut kasus tersebut.

Dalam perkara yang telah bergulir di Pengadilan Tipikor Medan itu, sangat kental aroma permainan khususnya tak disidangkannya dua tersangka kasus dugaan korupsi Alkes RSUD Djoelham.

“Dua tersangka masing-masing Budi Asmono selaku Bos PT Kimia Cabang Medan dan Vironica seperti mendapat perlakuan khusus oleh oknum penegak hukum di Kejari Binjai,” ujar Hendra di Medan, kemarin.

Perlakuan itu, sambung Hendra, adalah mulai dari tidak ditahannya kedua tersangka tersebut hingga tak dimajukan ke persidangan bersama lima  tersangka yang sudah menjalani persidangan.

“Karena itu, saya berkeyakinan, paspor ganda itu milik Vironica yang digunakan untuk kabur ke luar negeri. Info yang kami dapat, Vironica telah berada di Singapura,” tegasnya.

Sekadar diketahui, pada sidang perdana perkara dugaan korupsi RSUD Djoelham, Kamis (17/5), Ketua Tim JPU sekaligus jaksa penyidik dalam perkara tersebut, Victor Antonius SH MH mengatakan, belum dimajukannya dua tersangka, Budi Asmono dan Vironica ke persidangan karena masih ada berkas yang harus dilengkapi.

Soal tidak ditahannya kedua tersangka itu, Victor yang juga Kepala Kejari Binjai mengatakan, kalau keduanya kooperatif. “Mereka tidak ditahan selama ini karena kooperatif,” tegas Victor Antonius kepada wartawan.

Sementara lima orang yang kini telah menjadi terdakwa dan dalam proses persidangan adalah mantan Direktur RSUD Dr RM Djoelham Kota Binjai dr Mahim MS Siregar, Teddy Law selaku Direktur PT Mesarina Abadi, Cipta selaku Kepala Unit Layanan Pengaduan (ULP), Suhadiwinata selaku Ketua Pokja Pengadaan Barang, dan Suryana selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). (SMG)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here