Terungkap Adanya Penggunaan Stempel Palsu pada Setiap SDN

Posted by on May 19, 2014 | Leave a Comment

Terkait dugaan penyimpangan dana BOS

Tanjungbalai – Kpkpos Setelah dilakukan pengambilan keterangan oleh Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tanjungbalai-Asahan (Kejari TBA) terhadap Nurbaiti SPd Ka. SDN 133889 dan Hj Mariana SPd Ka. SDN 130001 Kota Tanjungbalai terkait dugaan adanya penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2012 dan tahun 2013.

Selasa (13/5), serta beberapa Ka. SDN lain oleh perangkat Pidsus Kejari TBA, diantaranya Ka. SDN 130010, Ka. SDN 134633,Ka. SDN 135911,Ka.SDN 139458, Ka. SDN 136541, Ka.SDN 138429,Ka. SDN 138434,Ka.SDN 136467,Ka. SDN  133890 diakui oleh Wakil Walikota Rolel Harahap maupun  Plt. Setdako Tanjungbalai Drs H Abdi  Nusa ketka dihubungi melalui telepon selulernya.

Pengambilan keterangan oleh perangkat Pidsus Kejari TBA berlangsung tertutup namun dari sumber yang layak dipercaya diperoleh informasi bahwa pengambilan keterangan ini akan berlaku kepada 67 Ka. SDN yang ada di Kota Tanjungbalai.

Hal ini menurut sumber tersebut ketika dilakukan pengambilan keterangan  3 Ka. SDN didapatkan keterangan bahwa untuk pembuatan SPJ setiap Triwulan dipergunakan stempel palsu atau stempel yang diperbuat sendiri oleh sekolah dan disimpan di SDN tanpa melakukan hubungan dengan pihak ketiga cukup beli blanko bon faktur lalu disisi dan distempel sendiri.

Perihal stempel palsu ini berulangkali kadis Pedidikan Kota Tanjungbalai, Drs.H.H,MPd kabarnya berpesan kepada para Ka. SDN jangan sampai terungkap. Namun dari salah satu Ka. SDN yang diperiksa pertama mengaku telah menggunakan stempel yang diperbuat sendiri dan hal ini juga berlangsung SDN lainnya.

Setelah terungkapnya penggunaan stempel sendiri ini ada upaya pihak Dinas Pendidikan menghimpun  dana Rp. 5.000,-/siswa dari dana BOS untuk dipergunakan sebagai uang pengamanan agar proses hukum yang kini sedang berjalan di Kejari TBA dapat dihentikan.

Sebelumnya LSM Merdeka Kota Tanjungbalai melalui suratnya nomor : 142/LSM-MERDEKA /TB/III/2014 disusul dengan surat nomor : 143/LSM-MERDEKA /TB/III/2014 menyampaikan laporan adanya dugaan penyimpangan penggunaan dan pertanggungjawaban keuangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2012 dan Tahun 2013 pada SDN 132406 Kota Tanjungbalai Ka. SDN Kartini Nasution,S.Pd  , SDN 1338899 Kota Tanjungbalai Ka. SDN Nurbaiti,S.Pd dan SDN 130001 Kota Tanjungbalai Ka. SDN Hj Mariana,S.Pd

Dugaan penyimpangan Tahun Anggaran 2012 dan Tahun Anggaran 2013 untuk ke 3 SDN tersebut berupa program fiktif dimana dalam Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Triwulan I s/d IV disebutkan namun realisasinya tidak ada.

Dalam hal ini terjadi manipulasi LPJ dengan cara memalsukan  permintaan, faktur dan kwitansi, dalam pelaksanaannya melibatkan Bendahara BOS dan bertentangan dengan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2011 tentang Petunjuk Tehnis Penggunaan Dana BOS dan Laporan Keuangan BOS Tahun Anggaran 2012.

Untuk Tahun 2013 juga berlangsung demikian dan bertentangan dengan Permendikbud Nomor 76 Tahun 2012 tentang Petunjuk Tehnis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Dana Bantuan Operasional Sekolah Tahun 2013.

Untuk tahun 2013, SDN 132406 memiliki 805 peserta didik (21 rombel), dana BOS yang diterima 805XRp.580 = Rp,466.900.000/tahun atau Rp.116.725.000/triwulan. Bantuan Dana Operasional Pendidikan (DOP) dari Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai 21XRp.875.000= Rp18.375.000/tahun atau Rp.4.583.750/triwulan.

Sedangkan SDN 133889 memiliki  350 peserta didik (11 rombel), dana BOS diterima 350XRp.580.000=Rp203.000.000/tahun atau Rp50.750.000/triwulan. Bantuan Dana Operasional Pendidikan (DOP) dari Pemko Tanjungbalai 11X Rp.875.000.000=Rp9.625.000/tahun, Rp.2.406.250/triwulan.

Begitu juga dengan SDN 130001 memiliki 437 peserta didik (12 rombel), dana BOS diterima Rp437XRp.580.000.000=Rp. 253.460.000/tahun, Rp63.365.000/triwulan. Bantuan Dana Operasional Pendidikan (DOP) dari Pemko Tanjungbalai 12XRp875.000=Rp10.500.000/tahun, Rp.2.625.000/triwulan.(HER)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here