Tragedi Tiara Debora

Posted by on Sep 18, 2017 | Leave a Comment

Kabar duka mengalun dari peliknya urusan duit di rumah sakit. Kepergian Tiara Debora, bayi malang berusia empat bulan cukup mengundang empati publik. Kematian Debora mencerminkan buruknya layanan gawat darurat di rumah sakit.

Bayi empat bulan itu meninggal setelah Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, diduga menolak merawatnya di Pediatric Intensive Care Unit.

Pemerintah perlu menelusuri kasus ini dan bertindak tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

Penolakan itu dikabarkan muncul karena orang tua sang bayi tidak mampu membayar biaya perawatan Rp19 juta. Alasan seperti ini jelas tidak bisa dibenarkan, sekalipun RS Mitra Keluarga bukanlah rekanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Apalagi Debora tergolong pasien yang memerlukan layanan kesehatan darurat.

Kasus yang menimpa Debora bukan kali ini saja terjadi. Kerap terjadi penolakan terhadap pasien yang tak mampu memenuhi uang yang diminta rumah sakit.

Kasus penolakan juga pernah terjadi di Kota Bekasi, Juni lalu. Kendati memiliki kartu BPJS, Reny Wahyuni, yang mengalami gangguan kehamilan, sempat ditolak tujuh rumah sakit. Setelah tiga hari mencari rumah sakit, ia akhirnya dirawat di RSUD Koja, Jakarta Utara.

Reny langsung menjalani operasi caesar. Hanya berselang beberapa menit setelah operasi itu, bayi perempuan yang ia lahirkan meninggal karena gangguan pernapasan.

Penolakan terhadap pasien berulang kali terjadi. Maka kita harapkan agar pemerintah bertindak lebih tegas terhadap rumah sakit yang menelantarkan pasien.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, pasien berhak mendapat layanan gawat darurat sesuai dengan kemampuan pelayanan rumah sakit. Rumah sakit yang melanggar ketentuan ini bisa dijatuhi sanksi mulai dari teguran hingga pencabutan izin.

Undang-Undang Kesehatan menyediakan sanksi hukum yang lebih berat. Sesuai dengan pasal 190 undang-undang tersebut, pemimpin rumah sakit bisa diancam dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp2 miliar jika secara sengaja tidak memberi pertolongan pertama hingga menyebabkan pasien meninggal.

Hanya dengan tindakan tegas pemerintah terhadap rumah sakit yang nakal, maka tragedi seperti yang dialami Tiara Debora bisa dicegah.  (***)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here