Usai Diperiksa Kejagung Doddy Ngaku Statusnya Belum Jelas

Posted by on Mar 17, 2014 | Leave a Comment

Jakarta- Kpkpos  Usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Direktur PT Multidata Rencana Prima Nasiruddin Achmad atau Doddy mengaku dicecar puluhan pertanyaan oleh penyidik.

Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti mengapa ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tahun 2010-2012 yang diperkirakan merugikan negara Rp 1,4 triliun tersebut.

“Kira-kira 16 pertanyaan. Enggak ada yang kursial (pertanyaan) biasa saja. Saya sendiri saja masih belum jelas (status tersangka),” ujar Doddy usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa, (11/3).

Dia mengungkapkan, penyidik Kejagung belum mempertanyakan sampai tahapan tindakan pidana korupsi. Dia menambahkan, penyidik hanya menanyakan seputar operasional dan teknis.

“Saya saja enggak tahu, memang enggak jelas,” tegas Doddy.

Sementara itu, pengacara Doddy, Hasanuddin Nasution menilai kasus kliennya itu terbilang aneh. Pasalnya, dia menyebut belum ada saksi dan laporan tiba-tiba ditetapkan sebagai tersangka.

“Ini ujug-ujug jadi tersangka. berarti ada orang lain lebih kuat yang otoritasnya lebih tinggi. Kemudian dengan otoritas itu, jangan-jangan pak Doddy itu jadi tumbal,” ungkap dia.

“Kalau melihat proses ini, baru mulai. Ini dari struktur pertanyaanya itu belum masuk ke soal-soal beberapa rangkaian MPLIK. Itu belum ada ke pertanyaan tindak pidana korupsi,” tambah dia.

Seperti diketahui, Selain Doddy, dalam kasus MPLIK ini, Kejagung juga telah menetapkan Kepala Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) Santoso Serad sebagai tersangka. Penetapan keduanya berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor 83/F.2 Fd.1/07/2013 dan 84/F.2/Fd.1/07/2013. Selain keduanya, Direktur Utama PT Telkom , Arief Yahya, disebut-sebut juga terlibat dalam kasus ini.

Dalam proyek MPLIK yang diselenggarakan Kemenkominfo ini memiliki nilai proyek Rp 1,4 triliun dengan skema sewa empat tahun yang terdiri dari 1.907 unit oleh enam perusahaan pemenang tender. Adapun para pemenang tender tersebut, yakni PT Multidata Rencana, PT AJN Solusindo, WIN, Lintas Arta, Rednet dan Telkom .(int/okz)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here