Usut Tuntas Pembunuhan Sri Kartika Devi

Posted by on Jan 08, 2018 | Leave a Comment

mayat-sri-kartika-deviMedan – Kpkpos Mayat wanita yang ditemukan terapung di bawah Jembatan Sungai Deli Kampung Kurnia, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Selasa (2/1), ternyata teridentifikasi benama Sri Kartika Devi (34).

Korban merupakan warga Pasar VII, Gang Keluarga, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan. Sehari-hari korban diketahui berprofesi sebagai guru yang mengajar di Sekolah Dasar Al Washliyah Belawan.

Saat ditemukan oleh nelayan bernama Muhamad Safii alias Gondrong (29) dan Baharudin alias Bahar (39) warga Jalan Pulau Sinabang, Lingkungan 8, Kampung Kurnia, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, kondisi kondisi mayat korban dalam keadaan telungkup dan tersangkut  di tumpukan sampah di bawah jembatan.

Korban diduga merupakan korban pembunuhan. Sebab menurut pihak kepolisian, saat mayat korban ditemukan kondisinya masih segar dan mengeluarkan darah dari bekas luka diduga bekas tusukan benda tajam di punggungnya.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Yemi Mandagi mengatakan pihaknya masih menyelidiki dugaan pembunuhan ini dan berharap dapat serega mengungkap dan menangkap pelakunya.

“Semua pihak kita minta bantuannya. Bila ada mengetahui informasi sekecil apapun tentang pembunuhan itu, segera lapor ke polisi supaya ditindaklanjuti karena petugas sedang melakukan penyelidikan,” katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Belawan H Irfan Hamidi minta kepada polisi supaya segera mengungkap kasus pembunuhan itu karena pelakunya terbilang sangat sadis, tega membunuh seorang guru. Apalagi korban yang tewas meninggalkan suami dan tiga anaknya itu selama ini diketahui tidak mempunyai musuh dan berperilaku baik sebagai pendidik.

“Semua guru dan murid SD Al Washliyah Belawan sangat berduka dan kaget atas kejadian ini, karena selama ini korban dikenal orangnya baik,” ungkap Irfan Hamidi yang juga selaku Pembina SD Al Washliyah Belawan.

Keluarga almarhum belum dapat dimintai keterangan oleh wartawan karena masih berduka.  Para tetangga korban berharap keluarga yang ditinggalkan almarhum  tabah dan sabar menghadapi cobaan. Warga juga berharap pelaku pembunuhan terhadap korban cepat terungkap.

Tim Pencari Fakta

Kasus kematian Sri Kartika Devi yang dinilai tidak wajar, rupanya turut menjadi perhatian serius Ikatan Alumni Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (Ika-FDK UIN SU).

Maklum saja. Sebab korban merupakan salah seorang alumnus Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara (FD IAIN SU) yang kini telah berubah nama menjadi FDK UIN SU.

“Korban merupakan alumnus FDK UIN SU jurusan Manajemen Dakwah,” kata Ketua Umum Ika-FDK UIN SU Tuan Guru Dr H Ahmad Sabban Rajagukguk MA didampingi Sekretaris Umum Dr Anang Anas Azhar MA kepada wartawan di Medan, Rabu (3/1).

Ika-FDK UINSU mendesak Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw mengusut tuntas motif pembunuhan Sri Kartika Devi dan berharap dalam tempo  2 x 24 jam pihak kepolisian dapat mengungkap dan menangkap pembunuh Sri Kartika Devi.

Menurut Sabban, para alumni FDK UIN SU banyak belum banyak yang tahu kalau korban merupakan alumni FDK UIN SU. Sri Kartika Devi juga merupakan alumnus Ponpes Musthafawiyah Purba, Mandailing Natal. Setelah menamatkan studi di FDK UIN SU, korban mengabdikan diri sebagai guru Al Washliyah di Belawan.

Sebagai wujud kepedulian alumni kepada korban, Ika-FDK UIN SU membentuk tim pencari fakta guna membantu mengumpulkan informasi dari seluruh alumni FDK UIN SU terkait korban. Sabban mengimbau kepada seluruh alumni bisa membantu memberikan keterangan akurat tentang keluarga korban dan teman korban.

“Keterangan terkait korban ini sangat dibutuhkan untuk mengungkap fakta-fakta di balik pembunuhan yang dilakukan kepada korban,” jelasnya. (DP/GUS/DBS)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here