Vonis 6 Tahun Bagi Terdakwa Penjual Aset Negara

Posted by on Sep 03, 2018 | Leave a Comment

Medan – KoranAntiKorupsi Pasca dicetuskannya vonis enam tahun penjara bagi terdakwa Tamin Sukardi oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan pada Senin (27/8) atas kasus penjualan aset negara berupa tanah eks HGU PTPN-II seluas 72 hektare di Pasar IV Desa Helvetia Medan, bincangan yang menggaung jadi meluas di kalangan pelaku bisnis pariwisata dan properti.

“Kasus Tamin Sukardi memang mengemuka soal kasus tanah, tapi bincangan publik jadi menjalar dan meluas ke sektor pariwisata, karena dia (Tamin) memang dikenal sebagai pengusaha pariwisata yang punya hotel, travel dan resor wisata. Dia, walaupun bukan developer, juga dikenal sebagai pengusaha properti dengan sistem kerja sama dengan investor atau developer asing maupun lokal, termasuk dengan Mujianto. Bisa jadi kasus atau vonis kepada Tamin ini menjadi pintu masuk atau entry point untuk mengungkap kasus-kasus lain soal tanah sengketa yang disebut sebagai aksi bisnis mafia tanah di Sumut selama ini,” ujar Ir Raya Timbul Manurung, praktisi pariwisata dan properti Sumut di Medan, Selasa (28/8).

Mantan Sekretaris Badan Pariwisata Daerah (Bawisda) Sumut dan unsur anggota dewan pertimbangan DPD Real Estat Indonesia (REI) Sumut itu, juga selaku konsultan atau pemerhati masalah investasi nasional dan internasional di badan kerja sama regional IMT-GT, mengakui hingga saat ini memang belum ada dampak-dampak nyata pada kedua sektor ril tersebut (pariwisata dan properti) karena sifatnya masih sebatas opini publik di kalangan tertentu.

Hal itu diketahui SIB ketika seorang pengusaha pengurus atau anggota salah satu asosiasi pengusaha tingkat Provinsi Sumut memaparkan komentar dan tanggapan atas vonis kepada Tamin Sukardi.

“Sebelum kasus atau vonis (kepada Tamin Sukardi) ini terungkap, publik di kalangan properti dan pariwisata daerah ini tahu persis tentang cerita seorang pebisnis tanah yang aktif melobbi dan melayani¬† sejumlah oknum pejabat tinggi dari kalangan instansi hukum atau peradilan, misalnya dengan pelayanan atau fasilitas menginap gratis (complimentary) di hotel, rental mobil antar jemput dan sebagainya,” katanya dengan serius dengan mengisahkan satu kisah terakhir.

Bincangan lainnya, seperti diungkap Raya Timbul, adalah pertemuan informal beberapa pengusaha properti di salah satu resto atau cafe di Jalan Amir Hamzah kawasan Griya Riatur, tentang sejumlah mitra bisnis Tamin Sukardi yang mulai merasa resah, baik sejak Tamin Sukardi masih dalam status DPO hingga proses sidang dan vonis kemarin. Para mitra bisnis itu antara lain pengusaha atau praktisi bisnis pariwisata, properti dan perkebunan di lokasi eks kawasan hutan.

Selama ini, publik di Sumut mengenal Tamin Sukardi sebagai pengusaha pariwisata yang memiliki dan mengelola Hotel Sibayak Internasional di Berastagi, Taman Simalem Resort di Sikodon-kodon Tongging (tepian Danau Toba perbatasan Karo-Dairi), travel Erni Panca Putra di Medan yang dikelola putranya Tandeanus Sukardi. Sedangkan usaha propertinya antara lain PT Erni Putra Terari, PT BHS dan lainnya yang bersifat kerja sama pembangunan perumahan.(MOC)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here