Wakil Rakyat Korupsi Makin Ngeri

Posted by on Sep 17, 2018 | Leave a Comment

Lagi-lagi wakil rakyat bikin ulah setelah mengambil uang rakyat berjamaah, kini bantuan untuk korban bencanapun ikut dilibas, wakil rakyat korupsi makin ngeri. Padahal korupsi dana bantuan bencana ini hukumannya sangat berat, hingga hukuman mati. Hal ini sudah secara jelas tercantum di dalam Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) namun kalo namanya uang membuat mata gelap.

Seperti menari diatas penderitaan orang, oknum wakil rakyat ini tidak perduli dan ini tentu kabar yang menyakitkan baik bagi masyarakat Lombok yang saat ini masih hidup di tenda-tenda pengungsian karena rumah mereka hancur akibat gempa beberapa waktu lalu maupun rakyat Indonesia. Lagi-lagi pelajaran yang sangat berharga bagi masyarakat dalam memilih wakilnya di legislator.

Ironinya saat ini Mahkamah Agung (MA) telah memutus bahwa mantan koruptor boleh mengajukan diri menjadi caleg. Memang dalam putusannya, MA menyatakan bahwa larangan mantan narapidana kasus korupsi menjadi caleg bertentangan dengan UU Pemilu, namun melihat kondisi kenakalan yang telah dilakukan tentu saja seharusnya menjadi pertimbangan, dikhawatirkan perbuatan yang
merugikan rakyat tersebut bakal terulang lagi.

Tapi dikarenakan MA memandang berdasarkan prespektif hukum yang jelas dan sesuai dengan UU pemilu yang memang menyatakan bisa, maka putusan tersebut adalah sebuah keadilan dan kebenaran, dimana Berdasarkan UU pemilu disebutkan “setiap orang yang memiliki riwayat pidana atau pernah menjadi terpidana dibolehkan mendaftar sebagai caleg namun wajib mengumumkannya ke publik.” Sekarang semuanya berpulang kepada rakyat yang memilihnya.

Jangan hanya karena uang kecil diterima sehingga akhirnya membuat kerugian yang lebih besar bagi orang banyak. Mari buka hati dan jeli dalam memilih mereka-mereka yang mengajukan diri menjadi legislator. Jangan cepat berasumsi bahwa seseorang itu baik karena telah memberi tanpa menyelidiki yang sebenarnya siapa dirinya.

Tanya tetangganya karena mereka lebih mengetahui sosok tersebut, lihat bagaimana dia menerapkan agamanya, lihat profil hidupnya dalam mengabdi di negeri ini atau paling rendah dalam mengabdi di lingkungan dimana dia tinggal, banyak cara kita bisa mengetahui sosok orang yang akan kita pilih.

Marilah kita pilih wakil yang benar-benar mau mengerti arti keikhlasannya dalam mengabdi, agar negeri ini bisa kembali menjadi negeri gemah ripah loh jinawi, bukan semakin ngeri melihat wakil rakyat korupsi.

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here