Walikota Blitar Akhirnya Menyerahkan Diri

Posted by on Jun 11, 2018 | Leave a Comment

walikota-blitarJakarta – KoranAntiKorupsi Wali Kota Blitar M Samanhudi Anwar tersangka dugaan penerimaan hadiah atau janji akhirnya menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kemudian langsung menjalani pemeriksaan penyidik KPK.

“Wali Kota Blitar telah datang ke KPK dan saat ini sedang dalam pemeriksaan oleh Penyidik KPK,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (8/6).

Menurut Febri, Samanhudi menyerahkan diri ke KPK sekitar pukul 18.30 WIB. Febri mengatakan, pihak lembaga antirasuah menghargai penyerahan diri yang dilakukan Walikota Samanhudi.

Sedangkan untuk Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, KPK mengimbau agar segera menyerahkan diri secepatnya.

“Untuk Bupati Tulungagung, kami juga mendapat informasi, partai sudah mengimbau agar yang bersangkutan menyerahkan diri. Sikap koperatif ini tentu akan baik bagi yang bersangkutan dan akan memperlancar proses hukum,” kata dia.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Blitar M Samanhudi Anwar (MSA) dan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo (SM) sebagai tersangka dugaan penerimaan hadiah atau janji.

Walikota Blitar ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan dua pihak swasta, yakni Bambang Purnomo (BP) dan Susilo Prabowo yang juga selaku kontraktor.

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka suap terkait ijon proyek pembangunan Sekolah Lanjutan Pertama di Blitar dengan nilai kontrak Rp 23 miliar. Diduga Wali Kota Blitar menerima pemberian dari Susilo melalui Bambang senilai Rp 1,5 miliar.

Uang Rp 1,5 miliar tersebut bagian dari 8 persen yang menjadi bagian untuk Walikota dari total fee 10 persen sesuai yang disepakati. Sedangkan 2 persennya akan dibagikan kepada dinas.

Sedangkan Bupati Tulungagung ditetapkan sebagai tersangka bersama Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Sutrisno (SUT), dan dua pihak swasta, Agung Prayitno (AP) dan Susilo Prabowo (SP).

Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembangunan peningkatan jalan pada Dinas PUPR kabupaten Tulungagung. Diduga pemberian dari Susilo kepada Bupati Tulungagung sebesar Rp 1 miliar.

Uang Rp 1 miliar itu merupakan pemberian ketiga. Sebelumnya Bupati Tulungagung sudah menerima Rp 500 juta, dan Rp 1 miliar. Total peneriman uang kepada Bupati Tulungangung Rp 2,5 miliar.

Kaitan dua kasus ini lantaran pihak pemberinya sama, yakni Susilo Prabowo. Susilo ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus.

Rumah Bupati Tulungagung Digeledah KPK

Sehubungan dengan penetapan Syahri Mulyo sebagai tersangka dugaan korupsi proyek infrastruktur Tulungagung beberapa waktu lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemudian menggeledah rumah Bupati Tulungagung nonaktif tersebut, Sabtu (9/6).

Ia diduga menerima uang proyek peningkatan infrastruktur jalan sebesar Rp2,5 miliar.

Seperti dilaporkan kantor berita Antara, rumah Syahri di Desa Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur disatroni empat mobil berisi rombongan penyidik KPK. Dikawal aparat kepolisian setempat, mereka langsung masuk ke rumah induk itu.

Empat kendaraan yang digunakan terlihat melewati pintu gerbang rumah dan menuju halaman belakang. Gerbang itu sendiri langsung ditutup kembali dan dijaga ketat polisi.

“Kami membantu pengamanan jalannya operasi penggeledahan,” kata Kasat Sabhara Polres Tulungagug AKP Luwi Nur kepada wartawan. Operasi penggeledahan masih dilakukan.

Syahri ditetapkan sebagai tersangka korupsi bersama Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar dan empat orang lainnya. Samanhudi dini hari tadi resmi ditahan KPK setelah menyerahkan diri pada Jumat (8/6) malam dan diperiksa penyidik, didampingi penasihat hukumnya.

Syahri sendiri, meski sudah diminta menyerahkan diri, belum terlihat batang hidungnya.

Ia hanya mengirim video singkat kepada tim pemenangan jaringan relawannya, Jumat (8/6) malam. Dalam video berdurasi 28 detik itu, dengan ekspresi datar ia mengklaim sebagai “korban politik.” Syahri memang petahana yang kembali mencalonkan di Pilkada tahun ini.

“Kepada simpatisan dan relawan Sahto, biarlah saya menjadi korban politik. Saya harap, semangatlah berjuang untuk tetap memenangkan Sahto pada 27 Juni 2018 yang akan datang.”

Meski sudah menjadi tersangka, ia tetap meminta barisan pendukungnya untuk memenangkan dirinya di Pilkada 27 Juni mendatang. “Dan [semoga] Pak Maryoto (Bhirowo) bisa dilantik untuk periode yang akan datang. Salam dua jari. Lanjutkan,” ujarnya mengakhiri video.

Tidak sedikit pun ia menyinggung soal penetapan dirinya sebagai tersangka.

Sementara empat orang lainnya, sudah ditahan KPK di dua tahanan berbeda. Susilo Prabowo selaku kontraktor yang diduga memberi suap ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung Sutrisno, Agung Prayitno dari pihak swasta dan Bambang Purnomo dari pihak swasta ditahan di Rutan Cabang KPK di gedung Merah Putih KPK.

Susilo diduga memberi uang suap kepada Syahri melalui Agung Prayitno sebesar Rp1 miliar. Itu untuk memuluskan proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan. Itu merupakan pemberian ketiga, setelah Susilo menyuap sebesar Rp500 juta dan Rp1 miliar.

Susilo juga yang menyuap Samanhudi, melalui Bambang Purnomo, sebesar Rp1,5 miliar. Kali ini untuk ijon proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar. Diduga, angka itu adalah delapan persen dari kongkalikong yang disepakati oleh kontraktor dan Samanhudi.

Dua persen lainnya dibagi-bagi kepada dinas terkait.(ANT/BEN/INT)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here