Warga Gunung Tua Simandolan Merasa Belum Merdeka

Posted by on Jan 07, 2013 | Leave a Comment

Panyambungan – KPK Pos  Akibat infrastruktur jalan belum memadai, warga Gunungtua Simandolan Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal merasa belum merdeka.

Betapa tidak, sudah puluhan tahun jalan sepanjang 6 Km  ke desa tersebut kondisinya rusak parah. Tidak jelas lagi mana jalan dan mana parit, belum lagi setiap musim hujan jalur ini jadi langganan longsor.

Rusaknya jalan kabupaten ini membuat kenderaan seperti sepeda motor tidak bisa masuk ke Desa.

Setiap hari, warga terpaksa berjalan kaki sejauh 6 Km untuk mencapai ibu kota Kecamatan. Kondisi ini juga membuat hasil alam tidak bisa terangkut ke Pasar Kotanopan.

“Berapa banyaklah yang bisa dibawa kalau yang di pundak itu kayu manis,  apalagi harus berjalan sejauh 6 km dengan kondisi jalan berlumpur dengan kondisi seperti aliran  sungai,” ujar Mahmud salah seorang warga Gunung Tua Simandolam kepada Wartawan koran ini, belum lama ini di Kotanopan.

Ditambahkannya, buruknya kondisi infrastruktur jalan ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Sedikitpun tidak ada kepedulian Pemkab Madina. Padahal,. ini  merupakan jalan Kabupaten yang seharusnya menjadi tanggung jawab mereka.

Kondisi ini membuat warga Gunung Tua Simandolam haknya diabaikan pemerintah. “Bayangkan saja, untuk mencapai desa harus berjalan kaki 6 Km, jadi kalau pulang pergi mencapai 12 Km. Apasalahnya dana itu dialokasikan ke Desa kami,” ucap Mahmud.

 ”Kami berharap Kepada Bupati juga SKPD terkait di Madina untuk turun dulu ke desa Gunungtua Simandolan. Bapak-bapak jangan taunya hanya di kantor saja, sekali-kali lihat dulu bagaimana jeritan warga di desa.

Begitu juga dengan anggota DPRD nya, mereka sama sekali tidak ada niat memperjuangkan aspirasi rakyat. Mereka lebih suka “gontok-gontokan” dari pada memperjuangkan aspirasi rakyat. Mereka ini sepertinya tidak punya hati nurai,” tegasnya.

 Menurutnya, belakangan ini kondisi jalan kabupaten ini semakin rusak karena sering dihantam longsor.

Sekarang tidak jelas lagi mana jalan mana sungai. Badan jalan sudah berubah menjadi aliran sungai. Kondisi ini diperparah dengan  kondisi tanah yang licin. Sepeda motor saja tidak bisa kemari, apalagi kenderaan. Paling menyakitkan, kalau ada warga yang sakit terpaksa harus di tandu ke Pasar Kotanopan untuk berobat.

 ”Salah satu contoh seperti kejadian baru-baru ini, ketika longsor menimpa SDN di Gunung Tua Simandolam, siswa yang luka terpaksa harus berobat di tengah jalan, karena kenderaan tidak bisa masuk. Untung saja pihak Puskesmas dan Camat Kotanopan datang kemari, jadi siswa yang korban longsor bisa berobat walaupun di tengah jalan. Kondisinya memang tidak parah hanya mengalami luka-luka kecil, tapi kalau sempat parah maka harus ditandu ke pasar Kotanopan,“ katanya.

Camat Kotanopan Ikbal Arifin SH yang dihubungi mengakui kondisi jalan ini rusak berat.

“Kondisinya memang rusak berat, saat turun ke sana kita harus berjalan 12 Km pulang pergi. Terkait kondisi jalan ini sudah dilaporkan ke Pemkab Madina, kita berdoa saja agar secepatnya diperbaiki,” ujarnya. (TH)

Leave a comment

 
Enter Analytics/Stat Tracking Code Here